Berita Terbaru
BAZNAS Bantu ZChicken Baturaja Tampil Jadi Primadona Ayam Krispi
Gerai ZChicken milik Pak Nur Rohmanda yang terletak di Jl. Ahmad Yani Baturaja Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu, semakin berkembang pesat dan menjadi primadona bagi pencinta ayam krispi di daerah tersebut. Dikelola oleh istrinya, Mba Aez, ZChicken tetap menjaga kualitas rasa ayam yang renyah dan lezat, serta tidak kalah bersaing dengan ayam krispi yang biasa dijual di pusat perbelanjaan besar.
ZChicken yang mulai dikenal karena kelezatannya kini berhasil menarik banyak pelanggan, terutama mereka yang mencari hidangan ayam krispi dengan harga terjangkau namun tetap memiliki kualitas yang tinggi. "Kami selalu berusaha mempertahankan rasa yang renyah dan gurih, agar pelanggan puas dan kembali lagi," kata Mba Aez, yang dengan tekun mengelola usaha ini.
Dalam perkembangannya, gerai ZChicken mendapatkan dukungan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) yang memberikan pelatihan dan pendampingan dalam pengelolaan usaha. BAZNAS juga membantu dalam hal permodalan yang memungkinkan ZChicken untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan kualitas produknya.
Dengan dukungan tersebut, ZChicken tidak hanya berhasil bertahan, tetapi juga tumbuh menjadi salah satu pilihan utama bagi pecinta ayam krispi di Baturaja. "Kami bersyukur atas dukungan dari BAZNAS yang membantu kami dalam mengembangkan usaha ini," tambah Mba Aez.
ZChicken Baturaja kini tidak hanya populer di kalangan masyarakat lokal, tetapi juga mulai dikenal oleh wisatawan yang datang ke Baturaja. Dengan kualitas ayam krispi yang tiada duanya, ZChicken menjadi pilihan tepat bagi siapa saja yang ingin menikmati hidangan lezat dengan harga terjangkau.
BERITA05/03/2025 | Kontributor: Marie Muhammad Wildan Editor: YMK
Ramadhan Penuh Berkah, Raim Laode Serukan Aksi Berbagi Lewat BAZNAS
BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) RI bekerja sama dengan musisi dan komedian Raim Laode untuk mengajak masyarakat untuk berbagi melalui zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. Kampanye ini bertujuan untuk mengajak setiap individu merasakan keindahan berbagi di bulan suci yang penuh berkah.
“Halo sahabat BAZNAS, saya Raim Laode ingin mengajak teman-teman semua untuk merasakan indahnya berbagi, khususnya di bulan yang sangat suci ini. Teman-teman bisa berzakat dan bersedekah di BAZNAS,” ujar Raim Laode.
Raim Laode juga menekankan betapa mudahnya berzakat di era digital saat ini. “Caranya sangat mudah, cukup kunjungi www.baznas.go.id, semua informasi tentang zakat, infak, dan sedekah bisa ditemukan di sana,” tambahnya.
Dengan gaya khasnya, Raim Laode juga menyampaikan pesan ringan namun penuh makna untuk mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya menunaikan zakat. “Percuma ganteng, kalau tidak bayar zakat,” ujarnya sambil tersenyum.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, Rizaludin Kurniawan, M.Si., CFRM, menyambut positif partisipasi Raim Laode dalam kampanye Ramadhan kali ini. “Kami sangat mengapresiasi kontribusi Raim Laode dalam menyebarkan pesan kebaikan. Kehadiran figur publik seperti Raim memiliki dampak signifikan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menunaikan zakat,” ujar Rizaludin dalam keterangan tertulis.
Rizaludin menambahkan bahwa zakat memainkan peran yang sangat penting dalam meningkatkan kesejahteraan umat, terutama bagi mereka yang membutuhkan. “Dengan berzakat, masyarakat tidak hanya memenuhi kewajiban sebagai muslim, tetapi juga berkontribusi langsung untuk membantu sesama,” lanjutnya.
BAZNAS terus berkomitmen untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menyalurkan zakat, infak, dan sedekah. “Kami telah menyediakan berbagai kanal pembayaran digital yang memudahkan muzaki dalam menunaikan kewajibannya secara aman dan nyaman,” jelas Rizaludin.
Selain itu, BAZNAS juga menyalurkan zakat untuk berbagai program pemberdayaan sosial dan ekonomi. “Zakat yang disalurkan melalui BAZNAS akan diberikan kepada yang berhak, mulai dari bantuan pangan, pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi mustahik,” kata Rizaludin.
Sebagai lembaga resmi pengelola zakat di Indonesia, BAZNAS memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam setiap programnya. “Kami berkomitmen untuk menyalurkan dana zakat dengan amanah dan profesional, agar manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat luas,” tutup Rizaludin.
BERITA05/03/2025 | Kontributor: Zharfan Zahir Editor: NOV
BAZNAS Gelar Pelatihan Manajemen Masjid untuk Wujudkan Sarana Ibadah Inklusif
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mengadakan pelatihan SMART Manajemen Masjid dengan tema “SMART Masjid: Solusi Inovatif untuk Tantangan Manajemen Masjid Masa Kini”. Kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan sarana ibadah yang inklusif, nyaman, dan ramah bagi seluruh jamaah, terutama dalam menyambut bulan suci Ramadhan 1446 H.
Pelatihan tersebut diikuti oleh 100 peserta yang terdiri atas pengurus masjid dan musala, relawan, serta pemuda masjid dari berbagai daerah di Indonesia. Acara berlangsung di Matraman, Jakarta, beberapa waktu lalu, dan dihadiri oleh Direktur Penguatan Pendistribusian dan Pendayagunaan Nasional BAZNAS RI, Agus Siswanto, yang mewakili Deputi 2 BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Dr. H. M Imdadun Rahmat, M.Si. Turut hadir Dewan Syuro Masjid Jogokariyan Yogyakarta, Ustadz H.M. Muhammad Jazir Asp, serta Founder Masjid Sejuta Pemuda, Ustadz Aggy F. Sulaiman.
Secara terpisah, Dr. H. M Imdadun Rahmat, M.Si, menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat kapasitas manajemen masjid.
“BAZNAS berkomitmen untuk mendukung terciptanya masjid yang inklusif dan ramah bagi semua kalangan. Pelatihan ini memberikan bekal penting bagi para pengurus masjid untuk mengelola masjid secara profesional dan inovatif,” ujarnya dalam keterangannya.
Ia juga menekankan pentingnya inovasi dalam pengelolaan masjid di era modern.
“Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat pemberdayaan umat. Kita perlu mengintegrasikan teknologi dan manajemen modern agar masjid dapat menjadi solusi atas berbagai tantangan sosial,” tambahnya.
Lebih lanjut, Imdadun mengajak para peserta untuk berperan sebagai agen perubahan dalam mengelola masjid di komunitas masing-masing.
“Kami berharap para peserta dapat menerapkan ilmu yang diperoleh di sini untuk meningkatkan pelayanan dan kenyamanan jamaah di masjid masing-masing,” jelasnya.
Ia juga mengapresiasi kolaborasi antara pengurus masjid, relawan, dan pemuda yang turut serta dalam pelatihan ini.
“Kolaborasi ini menjadi kunci sukses dalam menciptakan lingkungan masjid yang harmonis dan inklusif,” tutupnya.
BAZNAS RI terus berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas pengurus masjid di seluruh Indonesia melalui program pelatihan dan pendampingan yang berkelanjutan. Diharapkan, kegiatan ini menjadi langkah awal dalam mewujudkan masjid sebagai pusat kegiatan yang inklusif, inovatif, dan berdaya guna bagi umat.
Pelatihan SMART Manajemen Masjid yang digelar BAZNAS RI dirancang untuk menghadapi berbagai tantangan dalam pengelolaan masjid masa kini. Program ini bertujuan menciptakan lingkungan ibadah yang aman, nyaman, dan ramah bagi seluruh jamaah, termasuk lansia, penyandang disabilitas, perempuan, anak-anak, serta masyarakat umum.
BERITA03/03/2025 | Kontributor: Daffa Yazid Fadhlan Editor: NOV
Perjuangan Wan Rita Penguasaha Nasi Kebuli Binaan BAZNAS, Putar Otak Karena Bahan Komoditas Naik
Pelaku UMKM dari Kelompok TAHFIZ Zakat Community Development (ZCD) binaan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI di Desa Tarempa Selatan, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau bernama Wan Rita Fayetri.
Wan Rita mampu memproduksi nasi kebuli dengan varian ukuran dan harga yang terjangkau. Yaitu seharga Rp 50 ribu ukuran yang besar per porsinya dan Rp 40 ribu untuk ukuran sedang per porsinya.
Wan Rita terus berinovasi dengan menyesuaikan produksi makanan berdasarkan ketersediaan bahan baku di pasaran. Namun, ia juga menghadapi tantangan berupa kenaikan harga beberapa komoditas utama, seperti santan, serta kelangkaan ikan. Untuk mengatasi hal ini, ia memilih mengurangi ukuran porsi daripada menaikkan harga produk, agar pelanggan tetap tertarik membeli. Selain itu, ia juga menyesuaikan produksi dengan bahan baku yang lebih mudah didapatkan.
Ia berharap musim angin kencang segera berakhir agar pasokan bahan baku kembali normal dengan harga yang lebih stabil. Selain itu, ia juga telah mengkomunikasikan permasalahan kelangkaan santan kepada pendamping program untuk mencari solusi yang memungkinkan, sehingga produksi makanan dapat berjalan lebih optimal.
Dengan dukungan dari BAZNAS melalui program pemberdayaan ekonomi, Kelompok TAHFIZ ZCD diharapkan terus berkembang, sehingga usaha yang dijalankan oleh Wan Rita dan anggota kelompok lainnya dapat berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.
BERITA02/03/2025 | Kontributor: Muhammad Oktayansyah Editor: AYU
Panen Melimpah, Petani Binaan BAZNAS Manfaatkan Siam Runtai di Lahan Pasang Surut
Petani binaan BAZNAS di Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan berhasil memanfaatkan teknik tradisional dalam budidaya padi Siam Runtai di lahan pasang surut. Ibu Dayah, petani dari Desa Anjir Pasar Kota II, Kecamatan Anjir Pasar, bersama puluhan petani lainnya, sukses mengoptimalkan metode ini untuk meningkatkan hasil panen mereka.
Padi varietas Siam Runtai dikenal memiliki ketahanan terhadap kondisi lahan yang tergenang air secara berkala. Dengan bimbingan BAZNAS, para petani tetap mempertahankan cara bercocok tanam tradisional yang telah terbukti efektif. Hasilnya, panen yang melimpah dapat mendukung ketahanan pangan serta kesejahteraan petani di wilayah tersebut.
Keberhasilan para petani binaan ini menjadi bukti bahwa kombinasi antara metode tradisional dan pendampingan yang tepat dapat meningkatkan produktivitas pertanian. Dukungan BAZNAS dalam pengelolaan lahan pasang surut diharapkan terus membantu petani dalam menghadapi tantangan alam dan memperkuat sektor pertanian daerah.
BERITA02/03/2025 | Kontributor: Abdullah Azzam Editor: MAS
BAZNAS Perkuat Peran Mitra Dakwah untuk Program Pesantren Marjinal
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memberikan pelatihan khusus kepada 35 para mitra dakwah di Jakarta sebagai bagian dari Program Pesantren Marjinal. Inisiatif ini bertujuan untuk memperluas akses pendidikan dan dakwah bagi kelompok masyarakat yang selama ini kurang terjangkau, seperti anak jalanan, kaum miskin kota, pemulung, serta penyandang disabilitas.
Deputi II BAZNAS RI, Dr. H. M. Imdadun Rahmat, M.Si., menegaskan, program ini memiliki pendekatan inklusif untuk merangkul semua lapisan masyarakat, terutama mereka yang sering terpinggirkan.
"Pendidikan dakwah yang kita lakukan adalah pendidikan dakwah yang inklusif, sehingga tidak membiarkan mereka yang terstigma oleh sosial di lingkungan mereka terlupakan," ujarnya beberapa waktu lalu.
Imdadun menjelaskan bahwa program ini menargetkan sekitar 1.500 penerima manfaat, termasuk anak jalanan dan anak punk yang jumlahnya mencapai puluhan ribu di Jakarta.
"Kita melaksanakan pesantren mobile, pesantren yang datang menyapa mereka dan disertai dengan kegiatan-kegiatan psikososial. Jadi mereka setidaknya dalam bulan Ramadan ini tersentuh oleh pendidikan dan dakwah," tambahnya.
Selain pendidikan keagamaan, program ini juga mencakup pelatihan kewirausahaan bagi para peserta, khususnya bagi pemulung yang masih berada di bawah garis kemiskinan.
"Di bulan Ramadan ini, pesantren keliling kita menyapa mereka sekaligus akan memberikan bantuan modal usaha syariah," ungkap Imdadun.
Bagi penyandang disabilitas, BAZNAS RI juga menyediakan akses pendidikan agama melalui Al-Qur'an braille dan pelatihan khusus bagi guru mode sensorik. Dengan harapan melalui program ini dapat membuka sekat yang selama ini membatasi. Sehingga kedepan memiliki akses lebih luas terhadap pendidikan dan dakwah Islam.
Sebagai langkah konkret dalam mewujudkan inklusi sosial, BAZNAS RI menghadirkan juru bahasa isyarat selama pelatihan, memastikan semua peserta, termasuk penyandang disabilitas, dapat mengikuti sesi dengan maksimal.
"Dengan program ini, BAZNAS RI berharap dakwah dan pendidikan Islam dapat menjangkau lebih banyak masyarakat tanpa terkecuali," tegasnya.
BERITA02/03/2025 | Kontributor: Fikri Editor: AYU
Cahaya Zakat: BAZNAS Adakan Tahrib Ramadhan Bersama 1000 Teman Tuli
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mengadakan Tarhib Ramadhan 1446 H bertema “Cahaya Zakat: Memberikan Keajaiban Muzaki dan Mustahik” di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, baru-baru ini.
Acara ini diikuti oleh 1000 peserta teman tuli dan teman dengar dari seluruh Indonesia, serta Pimpinan dan Amil BAZNAS dari berbagai provinsi/kabupaten/kota secara daring, dan para pengajar Al-Qur'an Isyarat binaan BAZNAS.
Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyatakan bahwa BAZNAS sangat antusias menyambut bulan Ramadhan sebagai bulan penuh ampunan Allah Swt dan mengajak umat untuk melakukan kebaikan.
“Tema tahun ini kita mengangkat Cahaya Zakat, cahaya ini adalah cahaya Allah SWT yang akan menembus ke seluruh hamba-hambanya terutama manusia. Dengan mengikuti Tarhib ini semoga Allah SWT memberikan nikmat kepada kita semua dan kita semua dapat menembus cahaya,” ujar Kiai Noor.
Kiai Noor menjelaskan bahwa inklusi zakat bagaikan cahaya yang memberikan penerangan bagi semua muzaki dan mustahik.
Ia juga berharap Cahaya Zakat menjadi terang bagi kehidupan umat manusia.
“Dengan tarhib ini jangan ada orang yang merasa gelap, jangan ada orang yang merasa tertutup kesempatannya, dan tidak merasakan kesempatan. Usaha kita untuk semua termasuk disabilitas kita upayakan dengan Cahaya Zakat dari masyarakat untuk masyarakat,” ungkap Kiai Noor.
Kiai Noor berterima kasih kepada seluruh tim yang telah bekerja keras dalam menghubungi teman tuli untuk kesuksesan acara ini dan memberikan motivasi besar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Acara Tarhib Ramadhan 1446 H juga diisi dengan peluncuran buku 'Cahaya Zakat: Keajaiban Muzaki dan Mustahik' karya Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., pengenalan dan pembacaan Al-Qur'an Isyarat, serta laporan terkini bantuan BAZNAS untuk Palestina bekerja sama dengan Shuna'u Al-Hayah/Life Makers Foundation di Mesir.
Hadir pula dalam acara ini Wakil Ketua BAZNAS RI Mokhamad Mahdum, SE, MIDEc, Ak, CA, CPA, CWM., Pimpinan Bidang Pengumpulan H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag, M.Si, CFRM., Pimpinan Bidang SDM, Keuangan & Umum Kolonel (Purn) Drs. Nur Chamdani., Pimpinan Bidang Pendistribusian & Pendayagunaan Saidah Sakwan, MA., Pimpinan Bidang Perencanaan, Kajian, dan Pengembangan Prof. (H.C.) Dr. Zainulbahar Noor, SE, M.Ec., Deputi 2 Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Dr. H. M. Imdadun Rahmat, M.Si., Sekretaris Utama H. Subhan Cholid, Lc., MA., serta Pimpinan BAZNAS dari seluruh Indonesia yang hadir secara daring.
BERITA02/03/2025 | Kontributor: Nikita Earlene Salsabila Editor: YMK
BAZNAS RI Bekerjasama dengan BAZNAS Povinsi Jambi dalam meyalurkan Bantuan 60 Outlet Usaha untuk Mustahiq
Jambi – Badan Amil Zakat Nasional Republik Indonesia (BAZNAS RI) bekerjasama dengan BAZNAS Provinsi Jambi dalam memberikan bantuan berupa 60 outlet usaha kepada mustahiq, sekaligus mengadakan pelatihan program ‘ZChicken’ yang bertujuan untuk membekali mereka dalam mengelola bisnis ayam krispi secara profesional. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis (27/2/2025).
Saidah Sakwan, Pimpinan Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas RI sekaligus Koordinator Wilayah (Korwil) Jambi, menyatakan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya menekan angka kemiskinan di Jambi. Berdasarkan data, jumlah masyarakat miskin di provinsi tersebut mencapai 272 ribu jiwa atau sekitar tujuh persen dari total populasi, yang masih lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional sebesar sembilan persen.
"Kami berupaya mengurangi kemiskinan melalui berbagai intervensi, salah satunya dengan memberikan pelatihan dan bantuan tempat usaha," ujar Saidah. Ia juga berharap agar para penerima manfaat dapat mengelola bantuan ini dengan tekun dan sabar, sehingga hasil usaha mereka bisa digunakan untuk membiayai pendidikan anak-anak mereka.
Ketua Baznas Provinsi Jambi, Hasan Basri, menjelaskan bahwa bantuan outlet usaha ini terealisasi melalui kerja sama antara Baznas RI dan Baznas Provinsi Jambi dengan sistem dana sharing. Baznas RI berkontribusi sebesar Rp 9 juta, sementara Baznas Provinsi Jambi menambahkan Rp 3,5 juta.
Selain mendukung peningkatan ekonomi para penerima bantuan, program ini juga menjadi bentuk kontribusi bagi kepentingan bangsa dan negara. Selain bantuan outlet, Baznas juga menyalurkan tenda untuk korban bencana alam serta beasiswa bagi seorang anak yang orang tuanya sedang menjalani hukuman dalam kasus terorisme.
BERITA27/02/2025 | Mjb
BAZNAS Hulu Sungai Selatan Melalui BAZNAS RI Salurkan Infak Kemanusiaan Palestina
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menerima infak kemanusiaan untuk Palestina tahap ketiga yang disalurkan oleh BAZNAS Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, dengan total Rp 161.200.000.
Donasi ini merupakan bentuk solidaritas terhadap Palestina yang tengah menghadapi krisis kemanusiaan. Penyerahan infak tersebut berlangsung di kantor BAZNAS RI, Matraman, Jakarta, pada Rabu, beberapa waktu yang lalu.
Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, mengapresiasi masyarakat Hulu Sungai Selatan atas kepeduliannya terhadap Palestina.
“Kami sangat mengapresiasi keikhlasan dan kepedulian masyarakat Hulu Sungai Selatan yang telah menyalurkan donasi kemanusiaan ini melalui BAZNAS. Bantuan ini akan segera kami salurkan kepada saudara-saudara kita di Palestina yang sangat membutuhkan pertolongan. Semoga Allah membalas kebaikan seluruh pihak yang terlibat,” ujarnya.
Kiai Noor juga menegaskan komitmen BAZNAS RI untuk menyalurkan bantuan secara transparan dan akuntabel. “BAZNAS memiliki mekanisme yang ketat dalam menyalurkan bantuan, memastikan bahwa setiap rupiah yang didonasikan oleh masyarakat benar-benar sampai ke penerima manfaat. Kami bekerja sama dengan mitra-mitra terpercaya di Palestina dan Mesir untuk mendistribusikan bantuan secara langsung kepada mereka yang membutuhkan,” tambahnya.
Kiai Noor menjelaskan, infak yang diterima akan digunakan oleh BAZNAS RI melalui berbagai program kemanusiaan yang mencakup bantuan pangan, medis, dan kebutuhan dasar lainnya. Selain itu, BAZNAS RI juga tengah merencanakan program rekonstruksi seperti pembangunan sekolah, rumah sakit, masjid, dan apartemen.
“Alhamdulillah sejak dibuka pada tanggal 23 Oktober 2023, program Membasuh Luka Palestina hingga saat ini telah mengumpulkan infak lebih dari Rp330 miliar, yang sudah kita salurkan sekitar Rp120 miliar, dan sisanya masih kita simpan untuk program rekonstruksi, yang nanti kita akan minta kerja sama dengan Kemenlu, sehingga kita nanti bisa membangun sekolah, rumah sakit, masjid dan apartemen untuk masyarakat Palestina,” tutur Kiai Noor.
Kiai Noor juga mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk terus mendukung Palestina melalui infak, doa, atau bentuk bantuan lainnya. Menurutnya, Indonesia merupakan negara yang paling aktif memberikan bantuan kepada Palestina.
“Bantuan ini bukan hanya tentang nilai materinya, tetapi juga sebagai bentuk dukungan moral bagi saudara-saudara kita di Palestina yang tengah berjuang untuk bertahan hidup. Karena sampai sekarang yang paling perhatian kepada Palestina adalah Indonesia,” ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati Hulu Sungai Selatan, H. Suriani, S.Sos., MAP., menegaskan pentingnya kebersamaan dalam memberikan bantuan kepada sesama.
“Kami bersyukur dapat berkontribusi untuk saudara-saudara kita di Palestina melalui BAZNAS RI. Masyarakat Hulu Sungai Selatan dengan penuh keikhlasan mengumpulkan donasi ini sebagai wujud kepedulian terhadap krisis kemanusiaan yang terjadi. Semoga bantuan ini dapat meringankan penderitaan mereka,” kata Suriani.
Sebelumnya acara tersebut dihadiri oleh Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, Wakil Bupati Hulu Sungai Selatan, H. Suriani, S.Sos., MAP., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, H. Rizaludin Kurniawan, M.Si., Wakil Ketua BAZNAS Kabupaten Hulu Sungai Selatan, H. Khairani, S.Pd.I., serta Ketua PD DMI Kabupaten Hulu Sungai Selatan, H. Muhammad Thoha, S.Sos., MIP.
BERITA25/02/2025 | Kontributor : Meisa Editor : AYU
Nadia Peserta Beasiswa Cendekia BAZNAS, Mahasiswa Aktif dan Berprestasi dari Jambi
Nama Nabila Turizki Balqis P. semakin dikenal sebagai sosok mahasiswa inspiratif yang tidak hanya unggul dalam akademik tetapi juga aktif dalam berbagai bidang. Mahasiswi Sastra Inggris di Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Thaha Saifuddin Jambi ini telah membuktikan bahwa ketekunan dan kerja keras mampu mengantarkan seseorang meraih pencapaian gemilang. Dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,87, Nabila menunjukkan keseriusannya dalam menempuh pendidikan, terutama dalam bidang linguistik, kewirausahaan Islam, seni sastra, dan drama Inggris.
Sebagai penerima Beasiswa Cendekia Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) serta Beasiswa Unit Pengembangan Bahasa Jambi, Nabila merasa memiliki tanggung jawab besar untuk terus berkontribusi dalam dunia akademik dan sosial.
Nabila bukan hanya mahasiswa berprestasi, tetapi juga seorang pemimpin yang aktif di berbagai organisasi. Ia menjabat sebagai Wakil Ketua Himpunan Mahasiswa Sastra Inggris dan berperan penting dalam membina serta mengembangkan minat mahasiswa dalam bidang akademik dan budaya. Sebagai Duta Prestasi Nasional, ia telah mewakili Jambi dalam berbagai acara internasional, termasuk di Singapura dan Malaysia.
Kemampuannya dalam berbicara di depan publik pun tak perlu diragukan. Ia telah meraih berbagai penghargaan, termasuk menjadi salah satu dari 10 besar Presenter TV Nasional di TVRI Jambi, Terbaik 1 News Anchor UIN STS Jambi, serta Terbaik 1 Pidato Bahasa Inggris dalam sebuah seminar internasional. “Saya percaya bahwa komunikasi yang baik adalah kunci untuk membawa perubahan, baik dalam dunia akademik, bisnis, maupun sosial,” ujarnya.
Selain berprestasi di bidang akademik dan komunikasi, Nabila juga terjun ke dunia kewirausahaan. Pada Desember 2024, ia mendirikan merek parfum Aroma Turiz, yang telah menjual hampir 100 produk dan menjadi favorit di Fakultas Adab dan Humaniora. Di bidang pendidikan, ia mendirikan Turiz English Course (TEC) sebagai kursus pribadi, serta menjadi pengajar di platform Superproof, di mana ia mengajar bahasa Inggris bagi berbagai jenjang pendidikan, termasuk siswa Indonesia yang tinggal di Jepang.
Tak hanya fokus pada pengembangan diri, Nabila juga aktif dalam kegiatan sosial. Ia tergabung dalam Komunitas Beranda Perempuan, yang berfokus pada pemberdayaan wanita, serta Forum Indonesia Muda, di mana ia berkontribusi dalam edukasi, kepemimpinan, dan kewirausahaan, serta menyebarkan informasi pendidikan ke daerah terpencil.
Dengan kombinasi prestasi akademik, kepemimpinan, kewirausahaan, dan kontribusi sosial, Nabila terus membuktikan bahwa generasi muda memiliki peran besar dalam membawa perubahan positif. Keaktifannya dalam berbagai bidang menunjukkan bahwa kesuksesan bukan hanya diukur dari nilai akademik, tetapi juga dari sejauh mana seseorang bisa memberikan manfaat bagi masyarakat.
Melalui Beasiswa Cendekia BAZNAS, Nabila mendapatkan kesempatan untuk terus berkembang dan berkontribusi. Keberhasilannya diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus berjuang meraih mimpi dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.
BERITA25/02/2025 | Penulis: Amat setiawan
Program BAZNAS di Maros, Berdayakan Usaha ZChicken Bu Hasliah
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) mendukung renovasi gerai ZChicken milik Bu Hasliah, seorang mustahik di Kelurahan Borong, Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan. Renovasi ini dilakukan menjelang Ramadan untuk meningkatkan kenyamanan pelanggan.
Gerai ZChicken milik Bu Hasliah merupakan bagian dari program pemberdayaan ekonomi mustahik yang dijalankan oleh BAZNAS. Dengan dukungan yang diberikan, Bu Hasliah dapat mengembangkan usahanya dan meningkatkan layanan kepada pelanggan.
Setiap hari, gerai ini melayani berbagai menu ayam goreng. Dengan renovasi yang dilakukan, diharapkan jumlah pelanggan meningkat, terutama saat Ramadan.
BAZNAS menegaskan komitmennya dalam mendukung usaha mikro mustahik agar lebih mandiri secara ekonomi. Program pemberdayaan yang dilakukan mencakup pemberian modal usaha dan pendampingan bisnis.
Renovasi gerai ini menjadi salah satu bentuk nyata pemanfaatan dana zakat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. BAZNAS terus berupaya memperluas dampak bantuan ekonomi bagi mustahik di berbagai daerah.
BERITA25/02/2025 | Kontributor: Azra Salsabila Editor: YMK
Peternak Selopamioro Raup Omzet Rp750 Ribu dari Limbah Ternak
Rumah Kompos Kelompok Ternak Berkah Cerme di Kalurahan Selopamioro, Kepanewon Imogiri, Kabupaten Bantul, mengolah limbah ternak menjadi pupuk kandang fermentasi berkualitas. Program ini bertujuan untuk mengurangi limbah peternakan sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian dengan pupuk yang lebih ramah lingkungan.
Dengan proses fermentasi yang teliti, produksi pupuk mencapai 500 kg dan siap didistribusikan besok. Pengolahan dilakukan dengan standar tertentu untuk memastikan pupuk memiliki kandungan nutrisi yang baik bagi tanah. Hasil produksi ini juga memberikan dampak ekonomi bagi peternak lokal dengan omzet sebesar Rp750.000 per produksi.
Distribusi pupuk fermentasi ini diharapkan dapat membantu para petani dalam meningkatkan hasil panen mereka. Selain itu, program ini juga menjadi solusi dalam pengelolaan limbah ternak yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Transformasi limbah ternak menjadi pupuk berkualitas ini menunjukkan bahwa sektor peternakan dan pertanian dapat saling mendukung. Dengan pengelolaan yang baik, limbah yang sebelumnya kurang dimanfaatkan kini menjadi sumber manfaat bagi banyak pihak.
BERITA24/02/2025 | Kontributor : Nadia Editor : NOV
BAZNAS RI dan Adira Finance Syariah Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Lewat Program ZAuto di Bantar Gebang
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Adira Finance Syariah resmi meluncurkan program ZAuto yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang kurang mampu dalam memiliki keterampilan di bidang otomotif.
Peresmian program ini berlangsung di Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat, pada Selasa, beberapa waktu yang lalu. Acara tersebut dihadiri oleh Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., Head of Syariah Adira Finance Syariah, H. Yusron, SE., MBA., serta Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kabupaten Bekasi, H. Agus.
ZAuto merupakan inisiatif BAZNAS RI dalam bidang pemberdayaan ekonomi berbasis otomotif, khususnya untuk usaha bengkel motor. Sejak diperkenalkan pada tahun 2021 hingga 2024, program ini telah memberikan manfaat kepada 433 mustahik di 12 provinsi dan 43 kabupaten/kota. Pada tahun 2025, BAZNAS menargetkan tambahan 180 penerima manfaat baru.
Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyatakan bahwa program ini bertujuan menciptakan peluang kerja bagi masyarakat kurang mampu melalui usaha mikro dan kecil di bidang otomotif.
"Alhamdulillah, ini adalah bengkel ZAuto terbesar yang telah diresmikan melalui kerja sama dengan Adira Finance Syariah. Program ini tidak hanya menyediakan bantuan usaha, tetapi juga pelatihan mekanik dengan sertifikasi standar showroom bengkel resmi dari PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM). Selain itu, program ini menanamkan nilai-nilai kewirausahaan yang jujur, kreatif, tangguh, dan mandiri serta didukung dengan pemasaran digital," ujar Kiai Noor.
Ia menegaskan bahwa program ZAuto memiliki peran dalam menyalurkan dana kebajikan kepada penerima manfaat, meningkatkan pendapatan usaha bengkel, dan mendorong kepemilikan aset produktif.
Maka ekosistem bisnis berbasis komunitas dapat terbentuk dan berkembang secara berkelanjutan. "Kami berharap program ini dapat melahirkan korporasi mikro yang dikelola secara kolektif oleh para penerima manfaat," tambahnya.
Kiai Noor juga menekankan bahwa BAZNAS berkomitmen memperluas jangkauan pemasaran dengan pemanfaatan teknologi digital serta diversifikasi usaha untuk memperbanyak peluang bagi para peserta.
"Program ini berlandaskan tiga prinsip utama, yakni Amanah dan Bertanggung Jawab, di mana setiap kegiatan usaha harus sesuai dengan prinsip syariah, regulasi, serta transparan dalam manajemen dan operasionalnya," jelasnya.
Program ZAuto, lanjutnya, juga dirancang agar berkelanjutan dengan memastikan dampaknya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Hal ini dilakukan dengan membentuk karakter kewirausahaan yang jujur, inovatif, dan mandiri bagi para mustahik.
"Kami berharap program ini dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat, khususnya di wilayah Bantar Gebang. Terima kasih kepada Adira Finance Syariah atas kolaborasi ini, semoga upaya kita mendapat berkah dari Allah SWT," pungkasnya.
Dalam pelaksanaannya, penerima manfaat program ini akan mendapatkan sertifikasi servis, bantuan modal usaha, serta dukungan pemasaran melalui Moservice.id. Selain itu, Adira Finance melalui Unit Usaha Syariah juga akan memberikan pendampingan guna meningkatkan keterampilan bisnis para peserta.
Head of Syariah Adira Finance, H. Yusron, SE., MBA., menegaskan bahwa inisiatif ini sejalan dengan visi perusahaan dalam menciptakan nilai tambah yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Program ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), terutama dalam menghadapi bonus demografi di Indonesia. Kami berharap, melalui dukungan ini, para penerima manfaat dapat mengembangkan usaha, membuka lapangan kerja, dan turut memberdayakan ekonomi masyarakat. Semoga sinergi ini dapat terus berlanjut dan menjadi model keberlanjutan di berbagai wilayah," ujar Yusron.
Acara ini turut dihadiri oleh berbagai pejabat dan pemangku kepentingan, termasuk Pimpinan Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS RI, Saidah Sakwan, MA., Ketua BAZNAS Jawa Barat, Dr. H. Anang Jauharuddin, MM., Pd., serta Ketua BAZNAS Kota Bekasi, Nurul Akmal, S.HI. Selain itu, hadir pula Asda II Walikota Bekasi, Dr. H. Inayatullah, M.Pd., Camat Bantar Gebang, H. Cecep Miftah Farid, S.STP., MM., dan Lurah Bantar Gebang, Satim Susanto, SH., M.Si.
Dari pihak Adira Finance, turut hadir Gardira Digital Sales Service & Parts Adira Finance, Muhammad Iqbal Abdurrahman Ramadhan, serta Head of Satellite SSD Bantar Gebang Bekasi Adira Finance, Adityo Dwi Setyawan, beserta timnya.
BERITA24/02/2025 | Kontributor : Meisa Editor : AYU
BAZNAS RI dan UPZ Yayasan Amaliah Astra Luncurkan Program "Ramadhan Sejuk" di 1.000 Masjid
Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bekerja sama dengan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Yayasan Amaliah Astra menghadirkan program "Ramadhan Sejuk, Sehat, dan Bersih AC".
Inisiatif ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan ibadah yang lebih nyaman dengan membersihkan 3.000 unit AC di 1.000 masjid dan musala yang tersebar di sembilan wilayah, yakni DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung, Kalimantan Barat, Aceh, dan Yogyakarta.
Peluncuran program ini berlangsung di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, baru baru ini. Acara dihadiri oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., Deputi II BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Dr. H.M. Imdadun Rahmat, M.Si., serta Kepala Pemberdayaan Layanan Amal Yayasan Amaliah Astra, Diah Suran Febrianti.
Saidah Sakwan menegaskan bahwa program ini merupakan wujud kepedulian BAZNAS RI dalam menyiapkan infrastruktur ibadah menjelang Ramadhan, sekaligus memberdayakan teknisi AC binaan BAZNAS RI dan UPZ Yayasan Amaliah Astra.
"Program ini memiliki dua dimensi utama yang diharapkan bisa dicapai, yaitu habluminallah (mendukung kenyamanan para jemaah beribadah) dan habluminannas (memberdayakan teknisi AC binaan). Dengan begitu, manfaat yang dihasilkan tidak hanya untuk jemaah, tetapi juga bagi masyarakat luas melalui peningkatan kesejahteraan para teknisi," ujar Saidah.
Ia juga menambahkan bahwa program ini berpotensi mendorong keberlanjutan usaha para teknisi binaan, karena mereka bisa menjalin kerja sama jangka panjang dengan pengelola masjid dan musala yang telah menerima layanan. BAZNAS RI, lanjutnya, berkomitmen menghadirkan program inovatif yang memberikan dampak luas bagi masyarakat.
"Insya Allah, program ini akan terus berlanjut. Kami berterima kasih kepada UPZ Yayasan Amaliah Astra atas kolaborasi yang luar biasa ini dan berharap kerja sama ini semakin berkembang ke depan," kata dia.
Senada dengan itu, Kepala Pemberdayaan Layanan Amal Yayasan Amaliah Astra, Diah Suran Febrianti, menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi dengan BAZNAS RI yang telah memperluas jangkauan program ini.
Menurut dia, inisiatif ini tidak hanya meningkatkan kenyamanan ibadah, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi teknisi AC binaan.
"Kami sangat berterima kasih kepada BAZNAS RI karena telah memfasilitasi dan memperluas program ini. Tahun lalu, kami baru melaksanakan program ini di 250 masjid/musala. Alhamdulillah, berkat kerja sama dan dukungan dari BAZNAS RI, tahun ini kami dapat memperluas cakupan hingga mencakup 1.000 masjid atau musala," kata Diah.
Ia berharap program ini tidak hanya terbatas pada pembersihan dan perawatan AC, tetapi juga menciptakan teknisi AC yang kompeten serta berkontribusi dalam mengurangi tingkat pengangguran.
"Semoga hadirnya program ini tidak hanya sebatas pembersihan dan perawatan AC, tetapi program ini juga bertujuan untuk menciptakan teknisi AC yang kompeten serta membantu mengurangi tingkat pengangguran di masyarakat. Kami berharap kerja sama ini terus berlanjut dan semakin berkembang ke depannya," ucap dia.
BERITA24/02/2025 | Kontributor: Amat Setiawan Editor: YMK
Sambut Ramadhan, BAZNAS RI Bersama UPZ Yayasan Amaliah Astra Luncurkan Program Ramadhan Sejuk di 1.000 Masjid
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Yayasan Amaliah Astra meluncurkan program "Ramadhan Sejuk, Sehat, dan Bersih AC" guna meningkatkan kenyamanan beribadah.
Program ini bertujuan untuk membersihkan 3.000 AC di 1.000 masjid dan musala yang tersebar di sembilan wilayah, termasuk DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung, Kalimantan Barat, Aceh, dan Yogyakarta.
Peluncuran program ini berlangsung di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, baru-baru ini. Acara tersebut dihadiri oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, M.A., Deputi 2 BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Dr. H.M. Imdadun Rahmat, M.Si., serta Kepala Pemberdayaan Layanan Amal Yayasan Amaliah Astra, Diah Suran Febrianti.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., menjelaskan bahwa program ini merupakan bentuk nyata kepedulian BAZNAS RI dalam mempersiapkan infrastruktur peribadatan menjelang Ramadhan. Selain itu, program ini juga menjadi wujud sinergi dalam memberdayakan para teknisi AC binaan BAZNAS RI dan UPZ Yayasan Amaliah Astra.
"Program ini memiliki dua dimensi utama yang ingin dicapai, yaitu habluminallah (mendukung kenyamanan para jemaah dalam beribadah) dan habluminannas (memberdayakan teknisi AC binaan). Dengan demikian, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh jemaah, tetapi juga oleh masyarakat luas melalui peningkatan kesejahteraan para teknisi," ujar Saidah.
Lebih lanjut, Saidah menyampaikan bahwa selain memberikan manfaat langsung kepada jemaah, program ini juga berkontribusi pada keberlanjutan usaha para teknisi binaan. Mereka berkesempatan menjalin kerja sama jangka panjang dengan pengelola masjid dan musala yang telah mendapatkan layanan.
Saidah menegaskan bahwa BAZNAS RI akan terus menghadirkan program inovatif yang memberikan dampak luas bagi masyarakat. Kolaborasi seperti ini diharapkan dapat menginspirasi pihak lain untuk turut serta dalam aksi sosial serupa.
"Insya Allah, program ini akan terus berlanjut. Kami mengucapkan terima kasih kepada UPZ Yayasan Amaliah Astra atas kolaborasi luar biasa ini dan berharap kerja sama ini semakin berkembang di masa mendatang," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Pemberdayaan Layanan Amal Astra, Diah Suran Febrianti, mengapresiasi kerja sama dengan BAZNAS RI yang telah membantu memperluas cakupan program ini.
Menurutnya, inisiatif ini tidak hanya meningkatkan kenyamanan ibadah bagi jemaah, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi para teknisi AC binaan.
"Kami sangat berterima kasih kepada BAZNAS RI karena telah memfasilitasi dan memperluas program ini. Beberapa waktu lalu, kami baru melaksanakan program ini di 250 masjid/musala. Alhamdulillah, berkat kerja sama dan dukungan dari BAZNAS RI, tahun ini cakupan program dapat diperluas hingga 1.000 masjid atau musala," kata Diah.
"Semoga program ini tidak hanya sebatas pembersihan dan perawatan AC, tetapi juga berkontribusi dalam menciptakan teknisi AC yang kompeten serta membantu mengurangi tingkat pengangguran di masyarakat. Kami berharap kerja sama ini terus berlanjut dan semakin berkembang di masa depan," pungkasnya.
BERITA22/02/2025 | Kontributor : NOVA Editor : AYU
Kang Juli Tingkatkan Kesejahteraan Keluarga Berkat Bantuan Modal BAZNAS
Berkat ketekunan dan bantuan modal usaha dari BAZNAS, Kang Juli, pemilik bengkel ZAuto di Kelurahan Antapani Kidul, Kecamatan Antapani, Kota Bandung, berhasil menghidupi keluarganya dan membantu pengobatan orang tuanya. Keahliannya dalam memodifikasi motor sport 250 menjadi andalan dalam mengembangkan usahanya.
Modal yang diberikan oleh BAZNAS memungkinkan Kang Juli untuk membeli peralatan dan bahan yang dibutuhkan untuk memodifikasi motor sport. Hal ini meningkatkan kapasitas produksi bengkelnya dan menarik lebih banyak pelanggan.
Dengan dukungan BAZNAS, Kang Juli tidak hanya mampu meningkatkan kesejahteraan keluarganya, tetapi juga memberikan kontribusi positif terhadap ekonomi lokal. Keberhasilan bengkel ZAuto menjadi inspirasi bagi pelaku usaha kecil lainnya untuk memanfaatkan program bantuan permodalan.
Kisah sukses Kang Juli menunjukkan betapa pentingnya dukungan dan bantuan modal dari BAZNAS dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
BERITA22/02/2025 | Kontributor : Nikita Editor : MAS
Atasi Kelangkaan Gas, Montir Z-Auto Bandung Manfaatkan Oli Bekas sebagai Bahan Bakar
Seorang montir sekaligus penerima manfaat program Z-Auto Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI di Kota Bandung bernama Agus Hari Agung. Ia menghadirkan inovasi unik dalam menghadapi kelangkaan gas 3 KG, dengan memanfaatkan oli bekas dari kendaraan pelanggan. Ia menciptakan kompor berbahan bakar oli sebagai solusi alternatif bagi kebutuhan memasak di rumahnya.
Inovasi ini berawal dari sulitnya mendapatkan tabung gas 3 KG bersubsidi. Mang Agus, sapaan akrabnya, kemudian mencari cara agar tetap bisa memasak tanpa bergantung pada gas LPG. Dengan menggunakan alat khusus seperti blower yang dapat dihubungkan ke listrik atau aki motor, kompor ini mampu menghasilkan api yang stabil tanpa meninggalkan aroma oli pada masakan.
Ia menjelaskan, bagaimana saat itu langkanya mendapatkan gas LPG 3 kg yang merupakan gas bantuan pemerintah. Ia pun terfikir dan berinisiatif bagaimana ia dapat mengatasi kelangkaan gas tersebut, salah satunya dengan inovasi yang tersebut.
Program Z-Auto BAZNAS RI merupakan bentuk pemberdayaan ekonomi bagi mustahik di sektor otomotif melalui bantuan modal usaha dan pendampingan. Melalui program ini, Mang Agus biasa disapa tidak hanya mengembangkan bengkel, tetapi juga menciptakan inovasi yang berdampak bagi lingkungan dengan mengurangi limbah oli yang berpotensi mencemari ekosistem.
BERITA18/02/2025 | Kontributir: izar Editor: AYU
BAZNAS Berdayakan Peternak, Wagiman Hasilkan Ternak Kurban Berkualitas
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) terus berperan dalam meningkatkan kesejahteraan mustahik melalui program pemberdayaan peternak. Salah satu penerima manfaat, Bapak Wagiman, peternak binaan BAZNAS di Desa Getas, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul, kini sukses merawat ternak kurban dengan kualitas unggul. Dengan disiplin dalam menjaga kebersihan kandang, pemberian pakan, dan perawatan kesehatan, ia memastikan hewan ternaknya memenuhi syarat sebagai hewan kurban sesuai syariat Islam.
Program Balai Ternak BAZNAS memberikan pendampingan, pelatihan, serta dukungan modal bagi peternak agar mampu mengelola usaha ternaknya secara lebih profesional. Dengan sistem perawatan yang baik, ternak yang dihasilkan lebih sehat, berbobot ideal, dan siap memenuhi kebutuhan kurban masyarakat.
Keberhasilan Wagiman menjadi bukti nyata bahwa zakat yang dikelola BAZNAS tidak hanya memberikan bantuan jangka pendek, tetapi juga menciptakan kemandirian ekonomi bagi mustahik. Melalui program pemberdayaan seperti ini, semakin banyak peternak kecil yang terbantu, sehingga kesejahteraan umat semakin meningkat.
BERITA18/02/2025 | Kontributor: FIKRI Editor: YMK
BAZNAS RI Kembali Sabet ISO Anti Suap dan Perkuat Penerapan Prinsip 3A
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali mencatat pencapaian membanggakan dengan berhasil mempertahankan dua sertifikasi penting, yaitu Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015 dan Sistem Manajemen Anti Penyuapan SNI ISO 37001:2016. Sertifikasi ini dikeluarkan oleh PT Garuda Sertifikasi Indonesia menjadi bukti nyata atas komitmen BAZNAS dalam meningkatkan tata kelola organisasi yang profesional, transparan, dan akuntabel.
Secara simbolis, penyerahan dua sertifikat ISO tersebut dilakukan dalam sebuah seremoni di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, pada Rabu (5/2/2025). Acara ini dihadiri oleh Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., beserta jajaran Pimpinan BAZNAS RI, serta perwakilan PT Garuda Sertifikasi Indonesia yang diwakili oleh Eko Sutrisno dan timnya.
Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan rasa syukur atas capaian ini serta keberhasilan mempertahankan sertifikasi ISO setiap tahun merupakan bukti komitmen BAZNAS dalam mengelola Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) secara profesional.
"Alhamdulillah, BAZNAS RI berhasil mempertahankan sertifikat ISO setiap tahunnya. Ini menjadi bukti keseriusan kami dalam mengawasi dan mengoptimalkan manajemen internal BAZNAS. Dengan standar ISO ini, kami memastikan bahwa pengelolaan zakat dilakukan secara efektif, efisien, dan terpercaya, sejalan dengan prinsip 3A: Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI," ujar Kiai Noor.
Lebih lanjut, Kiai Noor menjelaskan bahwa Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015 bertujuan untuk memastikan bahwa setiap layanan yang diberikan oleh BAZNAS sesuai dengan standar kualitas yang ditetapkan.
"Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015 ini mengarahkan dan mengendalikan organisasi dalam kaitannya dengan kualitas layanan, manajemen mutu, serta pemenuhan persyaratan pelanggan dan peraturan yang berlaku," jelasnya.
Dalam hal ini, Sertifikasi Manajemen Anti Penyuapan SNI ISO 37001:2016 menjadi komitmen BAZNAS dalam menerapkan prinsip transparansi dan akuntabilitas, serta langkah nyata dalam mencegah praktik suap dan korupsi di lingkungan BAZNAS.
"Sertifikat ISO 37001:2016 ini diberikan setelah melalui proses audit resertifikasi oleh Badan Sertifikasi Garuda Sertifikasi Indonesia dengan lingkup layanan pengelolaan zakat, pengumpulan, pendistribusian, serta fungsi pendukung lainnya. Ini menjadi bukti bahwa BAZNAS memiliki sistem yang kuat dalam mencegah segala bentuk penyimpangan," tambah Kiai Noor.
Atas pencapaian ini, Kiai Noor juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran pimpinan, amilin dan amilat BAZNAS RI, serta pihak-pihak terkait yang telah berkontribusi dalam mempertahankan standar mutu yang tinggi.
Senada dengan hal tersebut, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Perencanaan, Kajian, dan Pengembangan, Prof. (HC) Dr. Zainulbahar Noor, SE., Mec., menyampaikan bahwa dua sertifikasi ini menjadi dorongan bagi BAZNAS untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan tata kelola yang baik.
"Prestasi ini semakin memperkuat posisi BAZNAS RI sebagai lembaga pengelola zakat yang profesional dan terpercaya. Dengan sistem manajemen mutu yang mengikuti standar internasional, kami memastikan bahwa setiap unit kerja BAZNAS menjalankan tugasnya sesuai dengan prinsip tata kelola yang baik," ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, perwakilan PT Garuda Sertifikasi Indonesia, Eko Sutrisno, turut memberikan apresiasi atas keberhasilan BAZNAS dalam mempertahankan dua sertifikat ISO ini. Menurutnya, pencapaian ini menunjukkan dedikasi BAZNAS dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
"Selamat kepada BAZNAS yang berhasil mempertahankan dua sertifikat ISO. Ini menunjukkan bahwa kepercayaan publik terhadap BAZNAS tetap terjaga dan bahkan semakin kuat. BAZNAS menjadi pionir dalam penerapan ISO Anti Penyuapan di lingkungan lembaga amil zakat di Indonesia, bahkan di kawasan regional. Kami berharap pencapaian ini dapat terus dipertahankan dan diperluas ke BAZNAS Daerah agar transparansi dan akuntabilitas semakin meningkat," ujar Eko.
Sebagai informasi, BAZNAS pertama kali memperoleh sertifikat ISO 9001:2008 pada tahun 2018 dari Badan Sertifikasi WQA-APAC dengan nomor QS 3354. Pada periode 2012–2016, BAZNAS RI berhasil mempertahankan sertifikasi tersebut, kemudian pada 2017–2022 memperoleh sertifikat versi terbaru, yaitu ISO 9001:2015 dari Badan Sertifikasi WQA-APAC. Sejak 2023 hingga kini, BAZNAS memperoleh sertifikasi dari PT Garuda Sertifikasi Indonesia.
Adapun untuk ISO 37001:2016, BAZNAS memulai inisiatif Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) pada tahun 2019. Selanjutnya, pada periode 2020–2022, BAZNAS RI mendapatkan sertifikasi dari PT Mutu Agung dengan lingkup Direktorat Operasi. Sejak 2023 hingga saat ini, sertifikasi ISO 37001:2016 diberikan oleh PT Garuda Sertifikasi Indonesia dengan lingkup yang mencakup seluruh unit kerja BAZNAS.
Dengan keberhasilan mempertahankan kedua sertifikasi ini, BAZNAS RI semakin memperkuat perannya dalam mengelola dana zakat, infak, dan sedekah dengan standar internasional, serta semakin meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi ini sebagai lembaga yang profesional, transparan, dan berintegritas tinggi.
BERITA17/02/2025 | kontributor : Aura Ambia editor : ayu
Program Zmart BAZNAS RI Dorong Pertumbuhan Usaha Kecil di Kalimantan Utara
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus mendukung pertumbuhan usaha mikro melalui program Zmart, yang terbukti membantu Armawati, salah satu penerima manfaat, meningkatkan omzet warungnya hingga Rp9 juta per bulan.
Program Zmart merupakan inisiatif pemberdayaan ekonomi yang bertujuan mengembangkan usaha warung atau toko skala mikro hingga kecil milik mustahik, guna mengatasi kemiskinan di kawasan urban.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA., menegaskan bahwa program ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan para pelaku usaha kecil agar lebih berkembang dan memiliki daya saing yang lebih baik.
"Alhamdulillah, melalui program ini, omzet warung Zmart milik Ibu Armawati kini meningkat signifikan, bahkan mencapai Rp9 juta per bulan. Ini adalah bukti bantuan yang tepat sasaran dan berkelanjutan dapat memberikan dampak yang luar biasa bagi perekonomian masyarakat kecil," ujar Saidah dalam keterangan tertulis di Jakarta, baru-baru ini.
Saidah berharap pencapaian ini dapat menjadi inspirasi bagi penerima manfaat lainnya serta mendorong lebih banyak pihak untuk berkontribusi dalam gerakan zakat, infak, dan sedekah demi kesejahteraan bersama.
"Kami dari BAZNAS RI akan terus berkomitmen dalam memberdayakan ekonomi umat dengan berbagai program inovatif, termasuk Zmart. Tentunya, keberhasilan ini tidak terlepas dari dukungan para muzaki dan donatur yang telah menyalurkan zakatnya melalui BAZNAS," ucap dia.
Ia juga menyampaikan selamat kepada Armawati atas keberhasilan usahanya dan berharap warung yang dikelola semakin berkembang serta memberikan manfaat bagi keluarga dan lingkungan sekitar.
"Untuk itu, kami mengajak seluruh elemen masyarakat agar terus memperkuat ekosistem zakat guna membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan," kata dia.
Armawati (53), yang telah berjualan kelontong selama 15 tahun, mengaku merasakan perubahan besar sejak bergabung dengan program Zmart. Warungnya yang berlokasi di Jalan Sabanar Lama, Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, kini mencatat omzet Rp9-10 juta per bulan.
"Saya telah berjualan kelontong selama kurang lebih 15 tahun. Namun perkembangannya tidak terlihat. Alhamdulillah perkembangan perlahan-lahan terasa semenjak menjadi saudagar Zmart, usaha saya terus berkembang terutama dalam hal naiknya omzet," kata Armawati.
Ia mengungkapkan bahwa tambahan modal usaha serta renovasi warung menjadi faktor utama yang membuat warungnya lebih menarik dan menarik lebih banyak pelanggan.
"Saya merasa hal ini tentunya pengaruh dari penambahan modal usaha dan renovasi warung yang membuat warung Zmart saya lebih menarik. Sehingga konsumen tertarik datang ke sini untuk belanja kebutuhan," kata dia.
Pendamping Program Zmart wilayah Kalimantan Utara, Ahmad Alimuddin, menambahkan bahwa manfaat yang dirasakan oleh para Saudagar Zmart menjadi motivasi tersendiri bagi dirinya dalam mendampingi mustahik.
"Menjadi kebahagiaan tersendiri apabila Saudagar Zmart menjadi lebih meningkat pendapatannya setelah menjadi penerima manfaat Program Zmart BAZNAS. Hal ini tentunya menjadi penyemangat bagi diri saya pribadi untuk terus mendampingi mustahik dalam menjalankan usaha. Semoga dengan didampingi secara intensif, mustahik mampu lebih sejahtera dari manfaat Program Zmart," ujar dia.
BERITA16/02/2025 | Kontributor: Adam Fakhrian Editor: YMK

Info Rekening Zakat
Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.
BAZNAS
Info Rekening Zakat
