WhatsApp Icon
Pentingnya Amil Profesional dalam Memajukan BAZNAS Daerah

Abstrak

BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) adalah lembaga yang bertanggung jawab dalam mengelola zakat di Indonesia, Untuk memajukan BAZNAS daerah, diperlukan amil yang profesional dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Artikel ini akan membahas pentingnya amil profesional dalam memajukan BAZNAS daerah.

Pendahuluan

Zakat adalah salah satu kewajiban bagi umat Islam yang memiliki harta yang mencapai nisab. BAZNAS daerah bertanggung jawab dalam mengelola zakat dan menyalurkannya kepada mustahik (penerima zakat). Untuk memajukan BAZNAS daerah, diperlukan amil yang profesional dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

 

Pentingnya Amil Profesional

1. Meningkatkan Efisiensi dan Efektivitas: Amil profesional dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam mengelola zakat, sehingga dapat meningkatkan target pengumpulan dan  menyalurkan zakat kepada mustahik dengan tepat sasaran.

2. Meningkatkan Kepercayaan Masyarakat: Amil profesional dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap BAZNAS daerah, sehingga masyarakat lebih percaya untuk menitipkan dana ZIS dan DSKL nya serta menyalurkan zakatnya melalui BAZNAS.

3. Meningkatkan Kualitas Pelayanan: Amil profesional dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada muzakki, munfik dan mustahik, sehingga mereka dapat terlayani dengan lebih baik dan tepat.

4. Meningkatkan Pengawasan dan Akuntabilitas: Amil profesional dapat meningkatkan pengawasan dan akuntabilitas dalam mengelola zakat, sehingga dapat mencegah penyalahgunaan zakat.

 

Kesimpulan

Amil profesional sangat penting dalam memajukan BAZNAS daerah, dengan ciri dan karakter knawledge yg smart, skills mumpuni dan akhlak yang mulia. Dengan memiliki amil yang profesional seperti itu, maka BAZNAS daerah dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas, meningkatkan kepercayaan masyarakat, meningkatkan kualitas pelayanan, dan meningkatkan pengawasan serta akuntabilitas. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan profesionalisme amil BAZNAS daerah.

 

Rekomendasi

1. Peningkatan Kapasitas Amil: Peningkatan kapasitas amil melalui pelatihan dan pendidikan.

2. Pengawasan dan Akuntabilitas: Peningkatan pengawasan dan akuntabilitas dalam mengelola zakat.

3. Peningkatan Kualitas Pelayanan: Peningkatan kualitas pelayanan kepada muzakki, munfik dan mustahik.

28/01/2026 | Kontributor: H. Muslim
Apa itu Fidyah?

Fidyah: Pengertian, Hukum, Ketentuan, dan Dalilnya

Pengertian Fidyah

Fidyah secara bahasa berarti tebusan. Dalam istilah syariat, fidyah adalah kewajiban memberikan makanan kepada fakir miskin sebagai pengganti puasa Ramadhan yang tidak dapat dilaksanakan dan tidak mampu diganti dengan puasa di hari lain.

Fidyah diberikan oleh orang-orang yang secara permanen tidak mampu berpuasa, seperti lansia renta, orang sakit menahun, atau kondisi tertentu yang membuat puasa membahayakan kesehatannya.

Dasar Hukum Fidyah dalam Al-Qur’an

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

“…Dan bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa), wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin…”

(QS. Al-Baqarah: 184)

Ayat ini menjelaskan bahwa orang yang tidak mampu menjalankan puasa karena uzur yang berat diperbolehkan tidak berpuasa, namun wajib menggantinya dengan fidyah berupa memberi makan orang miskin.

Dasar Hukum Fidyah dalam Hadis

Diriwayatkan dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma:

“Ayat tersebut (QS. Al-Baqarah: 184) berlaku bagi orang tua renta, baik laki-laki maupun perempuan, yang tidak mampu berpuasa. Maka keduanya memberi makan seorang miskin setiap hari.”

(HR. Bukhari)

Hadis ini menegaskan bahwa fidyah berlaku bagi orang yang sudah tidak sanggup berpuasa secara permanen, seperti lanjut usia.

Dalam riwayat lain, Ibnu Abbas juga menjelaskan bahwa wanita hamil dan menyusui yang khawatir terhadap kondisi anaknya boleh berbuka dan membayar fidyah. (HR. Abu Dawud dan Ath-Thahawi — pendapat ini digunakan oleh sebagian ulama).

Siapa yang Wajib Membayar Fidyah?

Orang yang wajib membayar fidyah antara lain:

Lansia renta yang sudah tidak mampu berpuasa.

Orang sakit kronis yang kecil kemungkinan sembuh.

Orang dengan kondisi medis permanen yang membahayakan jika berpuasa.

Sebagian pendapat ulama: Ibu hamil dan menyusui jika tidak berpuasa karena khawatir keselamatan anaknya.

Sedangkan orang yang masih mampu mengganti puasa (qadha), maka tidak dikenakan fidyah, cukup mengganti puasanya di hari lain.

Bentuk dan Besaran Fidyah

Fidyah diberikan dalam bentuk makanan pokok atau makanan siap santap kepada fakir miskin.

Ukuran fidyah menurut mayoritas ulama:

1 mud makanan pokok ≈ ± 0,6 – 0,75 kg beras per hari puasa yang ditinggalkan, atau

Satu porsi makanan layak makan.

Jika meninggalkan 10 hari puasa, maka fidyah diberikan sebanyak 10 porsi makanan atau setara 10 mud.

Fidyah boleh dibayarkan sekaligus atau per hari.

Waktu Pembayaran Fidyah

Fidyah dapat dibayarkan:

Setiap hari saat meninggalkan puasa, atau

Dikumpulkan dan dibayarkan sekaligus di akhir Ramadhan atau setelahnya.

Penyaluran Fidyah

Fidyah disalurkan khusus kepada:

Fakir miskin,

Bisa melalui lembaga amil zakat resmi agar lebih tepat sasaran dan terkelola secara amanah.

22/01/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS jambi
Isra Mikraj perjalanan Spiritual yang menginspirasi

Isra' Mi'raj adalah salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam, di mana Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan dari Mekah ke Yerusalem dan kemudian naik ke langit untuk bertemu dengan Allah SWT. Perjalanan ini merupakan bukti kekuasaan dan kebesaran Allah, serta menunjukkan kemuliaan dan keutamaan Nabi Muhammad SAW.

 

Wujud Rasa Syukur atas Isra' Mi'raj

 

Isra' Mi'raj mengingatkan kita akan kebesaran Allah dan kemuliaan Nabi Muhammad SAW. Sebagai umat Islam, kita dapat menunjukkan rasa syukur atas peristiwa ini dengan beberapa cara:

 

1. Meningkatkan Iman dan Taqwa: Isra' Mi'raj mengingatkan kita akan kebesaran Allah dan kemuliaan Nabi Muhammad SAW. Kita harus meningkatkan iman dan taqwa kita kepada Allah SWT.

2. Mengikuti Sunnah Nabi: Nabi Muhammad SAW adalah teladan bagi kita. Kita harus mengikuti sunnah dan ajaran beliau dalam kehidupan sehari-hari.

3. Meningkatkan Kualitas Ibadah: Isra' Mi'raj menunjukkan pentingnya shalat dan ibadah lainnya. Kita harus meningkatkan kualitas ibadah kita dan menjadikannya sebagai prioritas dalam kehidupan.

4. Menyebarkan Kebaikan: Isra' Mi'raj adalah kesempatan bagi kita untuk menyebarkan kebaikan dan kasih sayang kepada sesama manusia.

 

Doa dan Refleksi

 

Ya Allah, kami syukuri atas nikmat Isra' Mi'raj yang telah Engkau berikan kepada kami. Kami mohon agar kami dapat meningkatkan iman dan taqwa kami, mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW, dan menyebarkan kebaikan kepada sesama manusia. Amin. ????

18/01/2026 | Kontributor: H. Muslim
Selamat HUT BAZNAS ke 25 th 2026

Hari Ulang Tahun (HUT) BAZNAS adalah momen yang sangat bersejarah dan membanggakan bagi kita semua, terutama bagi para amil BAZNAS yang telah berdedikasi dalam menjalankan amanah dan tugas mulia ini.

Rasa Syukur dan Bangga sebagai Amil BAZNAS

Sebagai amil BAZNAS, kita patut bersyukur dan bangga atas kesempatan yang telah diberikan kepada kita untuk menjadi bagian dari lembaga yang sangat mulia ini. BAZNAS telah menjadi wadah bagi kita untuk mengumpulkan, mendistribusikan dan mendayagunaka ZIS serta berupaya untuk merubah sipapa dari air mata duka menjadi air mata haru dan bahagia, itulah titik tertinggi bagi seorang amil, sangat mulia pengabdian para amil, bisa berbahagia melihat para mustahik juga bahagia.

 

Kita harus terus meningkatkan kualitas pelayanan dan dedikasi kita dalam menjalankan amanah ini, agar dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat dan umat, minimal ada 5 koridor yg harus kita jalankan :

- Memelihara dan melanjutkan program kepemimpinan sebelumnya yang masih baik dan relevan.

- Duplikasi Program Baznas pusat yg sdh teruji dan lengkap impra strukturnya.

- Mengadakan inovasi dan pembaharuan, sepanjang lebih baik.

- Menjaga 3A [Aman Syar'i, Aman Regulasi dan Aman NKRI].

- Menjalankan 5 Proja (Program Jambi sehat, Program Jambi cerdas, Program Jambi peduli, Program Jambi taqwa, Program Jambi berbagi)

 

Doa dan Harapan

Ya Allah, kami syukuri atas kesempatan yang telah Engkau berikan kepada kami untuk menjadi bagian dari BAZNAS. Kami mohon agar kami dapat terus menjalankan amanah ini dengan baik dan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat. Amin.

Selamat HUT BAZNAS! ????

17/01/2026 | Kontributor: D.r. H. Muslim, M. Pd.
Zakat, Infaq, Sedekah Meraih Kebahagiaan Hidup

Dalam kehidupan ini, setiap jiwa mendambakan kebahagiaan. Ada yang mencarinya dalam harta, kedudukan, atau pun kesenangan duniawi semata. Namun, sesungguhnya kebahagiaan sejati, yang hakiki dan abadi, hanya akan kita temukan dalam ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dan pengabdian tulus kepada sesama. Allah Subhanahu wa Ta'ala, dengan kasih sayang-Nya yang tak

 

terbatas, telah menunjukkan kepada kita jalan-jalan menuju kebahagiaan itu, salah satunya adalah melalui amalan mulia: zakat, infaq, dan sedekah. Tiga pilar ini bukan sekadar kewajiban finansial, melainkan jembatan emas menuju ketenangan jiwa, keberkahan hidup, dan kebahagiaan yang hakiki, baik di dunia maupun di akhirat.

 

Marilah kita merenungkan bersama, betapa indahnya ajaran Islam yang mengikat kita dalam tali persaudaraan, di mana yang kaya peduli pada yang miskin, dan yang mampu berbagi dengan yang membutuhkan. Inilah esensi dari zakat, infaq, dan sedekah.

 

1. Zakat: Pembersih Harta, Penyelamat Jiwa

 

Zakat adalah salah satu rukun Islam yang agung, pilar yang mengukuhkan bangunan keislaman kita. Zakat bukanlah sekadar pungutan atau pajak, melainkan ibadah yang membersihkan harta kita dari hak orang lain yang mungkin melekat padanya. Dengan zakat, harta kita menjadi suci, berkah, dan bertumbuh di sisi Allah Subhanahu wa Ta'ala.

 

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman dalam Kitab-Nya yang mulia:

 

"Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka, dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." [Al-Qur'an Surat At-Taubah: 103]

 

Ayat ini dengan jelas menunjukkan fungsi zakat sebagai pensuci dan penumbuh harta, sekaligus penenang jiwa bagi para pemberinya. Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam juga menegaskan kedudukan zakat sebagai salah satu rukun Islam, sebagaimana sabda beliau:

 

"Islam dibangun di atas lima perkara: bersaksi bahwa tiada ilah (sesembahan) yang berhak diibadahi dengan benar melainkan Allah dan bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadhan, dan menunaikan haji ke Baitullah bagi yang mampu." (HR. Bukhari, Hadits Nomor 8 dan Muslim, Hadits Nomor 16]

 

Sejarah Islam pun mencatat bagaimana para sahabat Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam sangat menjaga kewajiban zakat ini. Bahkan, setelah wafatnya Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam, ketika sebagian kaum muslimin enggan menunaikan zakat, Abu Bakar Ash-Shiddiq Shallallahu 'alaihi wa sallam, khalifah pertama, dengan tegas menyatakan perang terhadap mereka. Beliau berkata:

 

"Demi Allah, sungguh aku akan memerangi orang yang membedakan antara shalat dan zakat." [HR.Bukhari, Hadits Nomor 1402].

 

Ini menunjukkan betapa pentingnya zakat dalam menjaga tatanan masyarakat Islam dan keseimbangan ekonomi. Dengan menunaikan zakat, kita tidak hanya membersihkan harta, tetapi juga menumbuhkan rasa kepedulian sosial, mengurangi kesenjangan, dan mewujudkan keadilan di tengah masyarakat.

 

2. Infaq: Investasi Terbaik yang Tak Akan Merugi

 

Selain zakat yang wajib, Islam juga sangat menganjurkan infaq, yaitu membelanjakan harta di jalan Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam bentuk apapun, baik yang wajib maupun yang sunah. Infaq memiliki cakupan yang lebih luas dari zakat. Infaq adalah bentuk investasi terbaik yang tidak akan pernah merugi, bahkan akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala.

 

Allah Subhanahu wa Ta'ala menggambarkan balasan bagi orang yang berinfak dengan perumpamaan yang indah:

 

"Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui." [Al-Qur'an Surat Al-Baqarah: 261]

 

Lihatlah, bagaimana Allah Subhanahu wa Ta'ala menjanjikan balasan yang berlipat ganda, bahkan hingga 700 kali lipat atau lebih bagi mereka yang ikhlas berinfak. Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam juga mengabarkan bahwa setiap hari ada dua malaikat yang turun, salah satunya berdoa:

 

"Ya Allah, berikanlah ganti kepada orang yang berinfak." (HR. Bukhari, Hadits Nomor 1442 dan Muslim, Hadits Nomor 1010]

 

Begitulah indahnya janji Allah Subhanahu wa Ta'ala dan doa para malaikat bagi orang-orang yang gemar berinfak. Sejarah mencatat kedermawanan para sahabat, seperti Abdurrahman bin Auf Shallallahu 'alaihi wa sallam yang pernah menyumbangkan kafilah dagangnya yang berisi 700 unta beserta muatannya untuk kaum muslimin. Demikian pula Utsman bin Affan Shallallahu 'alaihi wa sallam yang membeli sumur Raumah dan mewakafkannya untuk kepentingan umum, serta membiayai pasukan 'Usrah dengan harta pribadinya. [HR. Bukhari, Hadits Nomor 2778] 

 

Mereka adalah teladan nyata dalam infaq, meraih kebahagiaan dengan memberi.

 

3. Sedekah: Gerbang Kebaikan Tak Terhingga

 

Sedekah adalah amalan yang lebih luas lagi cakupannya, mencakup segala bentuk kebaikan dan pemberian, baik materi maupun non-materi. Senyum tulus kepada saudara kita adalah sedekah. Menyingkirkan duri dari jalan adalah sedekah. Mengajarkan ilmu yang bermanfaat adalah sedekah. Bahkan menahan diri dari keburukan pun adalah sedekah.

 

Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

 

"... dan sedekah adalah bukti (iman)." [HR. Muslim, Hadits Nomor 223]

 

Sedekah adalah bukti keimanan seseorang, bukti bahwa ia mencintai Allah Subhanahu wa Ta'ala dan peduli terhadap sesamanya. Sedekah juga memiliki keutamaan yang luar biasa, di antaranya:

 

-Melindungi dari api neraka

Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

 

"Jagalah diri kalian dari api neraka walaupun hanya dengan separuh kurma." (HR. Bukhari, Hadits Nomor 1417 dan Muslim, Hadits Nomor 1016]

 

Bahkan dengan sesuatu yang kecil sekalipun, jika diberikan dengan ikhlas, dapat menjadi benteng bagi kita dari siksa neraka.

 

-Memberikan naungan di Hari Kiamat

Pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan Allah Subhanahu wa Ta'ala, orang yang bersedekah secara sembunyi-sembunyi akan mendapatkan naungan tersebut. Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

 

"... dan seorang laki-laki yang bersedekah secara sembunyi-sembunyi hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diberikan tangan kanannya." [HR. Bukhari, Hadits Nomor 1423 dan Muslim

 

-Menghapus dosa dan menenangkan hati

Sedekah menghapus kesalahan sebagaimana air memadamkan api. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

 

"Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati." [Al-Qur'an Surat Al-Baqarah: 274]

 

Sedekah adalah ladang pahala yang tak terbatas, membuka pintu-pintu kebaikan dan keberkahan dalam hidup kita. Para sahabat Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam, bahkan yang hidup dalam kemiskinan seperti Ash-habus Shuffah, tetap mencari cara untuk bersedekah, bahkan hanya dengan tenaga atau senyuman. Senyummu di hadapan saudaramu adalah sedekah. [HR. Muslim, Hadits Nomor 2325]

 

4. Zakat, Infaq, Sedekah: Kunci Kebahagiaan Hakiki

 

Zakat, infaq, dan sedekah bukan hanya tentang memberi uang, tetapi tentang membersihkan jiwa, mengikis sifat kikir dan tamak, serta menumbuhkan rasa syukur dan empati. Ketika kita memberi, sesungguhnya kita sedang menerima kebahagiaan yang lebih besar, yaitu ketenangan batin, keberkahan hidup, dan cinta Allah Subhanahu wa Ta'ala. Kebahagiaan yang dicari-cari manusia dalam gemerlap dunia, seringkali justru hilang dan tiada. Namun, kebahagiaan yang datang dari ketaatan, kepedulian, dan keikhlasan dalam berbagi, adalah kebahagiaan yang abadi, yang melapangkan dada, menenteramkan hati, dan menjadi bekal terbaik kita menuju kehidupan akhirat yang kekal.

 

Mari kita jadikan zakat, infaq, dan sedekah sebagai bagian tak terpisahkan dari hidup kita. Tunaikanlah zakat harta kita dengan penuh kesadaran dan keikhlasan. Perbanyaklah infaq dan sedekah sesuai kemampuan, tanpa menunda, tanpa menanti kaya. Sebab, kebahagiaan sejati tidak diukur dari seberapa banyak kita memiliki, tetapi seberapa besar kita mampu memberi.

 

Ayo Zakat dan sedekah melalu rekening di bawah ini:

BSI : 1033776272

An BAZNAS Provinsi Jambi

Atau melalui www.jambi.baznas.go.id

02/11/2025 | Kontributor: Humas BAZNAS jambi

Artikel Terbaru

Pentingnya Amil Profesional dalam Memajukan BAZNAS Daerah
Pentingnya Amil Profesional dalam Memajukan BAZNAS Daerah
Abstrak BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) adalah lembaga yang bertanggung jawab dalam mengelola zakat di Indonesia, Untuk memajukan BAZNAS daerah, diperlukan amil yang profesional dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Artikel ini akan membahas pentingnya amil profesional dalam memajukan BAZNAS daerah. Pendahuluan Zakat adalah salah satu kewajiban bagi umat Islam yang memiliki harta yang mencapai nisab. BAZNAS daerah bertanggung jawab dalam mengelola zakat dan menyalurkannya kepada mustahik (penerima zakat). Untuk memajukan BAZNAS daerah, diperlukan amil yang profesional dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Pentingnya Amil Profesional 1. Meningkatkan Efisiensi dan Efektivitas: Amil profesional dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam mengelola zakat, sehingga dapat meningkatkan target pengumpulan dan menyalurkan zakat kepada mustahik dengan tepat sasaran. 2. Meningkatkan Kepercayaan Masyarakat: Amil profesional dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap BAZNAS daerah, sehingga masyarakat lebih percaya untuk menitipkan dana ZIS dan DSKL nya serta menyalurkan zakatnya melalui BAZNAS. 3. Meningkatkan Kualitas Pelayanan: Amil profesional dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada muzakki, munfik dan mustahik, sehingga mereka dapat terlayani dengan lebih baik dan tepat. 4. Meningkatkan Pengawasan dan Akuntabilitas: Amil profesional dapat meningkatkan pengawasan dan akuntabilitas dalam mengelola zakat, sehingga dapat mencegah penyalahgunaan zakat. Kesimpulan Amil profesional sangat penting dalam memajukan BAZNAS daerah, dengan ciri dan karakter knawledge yg smart, skills mumpuni dan akhlak yang mulia. Dengan memiliki amil yang profesional seperti itu, maka BAZNAS daerah dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas, meningkatkan kepercayaan masyarakat, meningkatkan kualitas pelayanan, dan meningkatkan pengawasan serta akuntabilitas. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan profesionalisme amil BAZNAS daerah. Rekomendasi 1. Peningkatan Kapasitas Amil: Peningkatan kapasitas amil melalui pelatihan dan pendidikan. 2. Pengawasan dan Akuntabilitas: Peningkatan pengawasan dan akuntabilitas dalam mengelola zakat. 3. Peningkatan Kualitas Pelayanan: Peningkatan kualitas pelayanan kepada muzakki, munfik dan mustahik.
ARTIKEL28/01/2026 | H. Muslim
Apa itu Fidyah?
Apa itu Fidyah?
Fidyah: Pengertian, Hukum, Ketentuan, dan Dalilnya Pengertian Fidyah Fidyah secara bahasa berarti tebusan. Dalam istilah syariat, fidyah adalah kewajiban memberikan makanan kepada fakir miskin sebagai pengganti puasa Ramadhan yang tidak dapat dilaksanakan dan tidak mampu diganti dengan puasa di hari lain. Fidyah diberikan oleh orang-orang yang secara permanen tidak mampu berpuasa, seperti lansia renta, orang sakit menahun, atau kondisi tertentu yang membuat puasa membahayakan kesehatannya. Dasar Hukum Fidyah dalam Al-Qur’an Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an: “…Dan bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa), wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin…” (QS. Al-Baqarah: 184) Ayat ini menjelaskan bahwa orang yang tidak mampu menjalankan puasa karena uzur yang berat diperbolehkan tidak berpuasa, namun wajib menggantinya dengan fidyah berupa memberi makan orang miskin. Dasar Hukum Fidyah dalam Hadis Diriwayatkan dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma: “Ayat tersebut (QS. Al-Baqarah: 184) berlaku bagi orang tua renta, baik laki-laki maupun perempuan, yang tidak mampu berpuasa. Maka keduanya memberi makan seorang miskin setiap hari.” (HR. Bukhari) Hadis ini menegaskan bahwa fidyah berlaku bagi orang yang sudah tidak sanggup berpuasa secara permanen, seperti lanjut usia. Dalam riwayat lain, Ibnu Abbas juga menjelaskan bahwa wanita hamil dan menyusui yang khawatir terhadap kondisi anaknya boleh berbuka dan membayar fidyah. (HR. Abu Dawud dan Ath-Thahawi — pendapat ini digunakan oleh sebagian ulama). Siapa yang Wajib Membayar Fidyah? Orang yang wajib membayar fidyah antara lain: Lansia renta yang sudah tidak mampu berpuasa. Orang sakit kronis yang kecil kemungkinan sembuh. Orang dengan kondisi medis permanen yang membahayakan jika berpuasa. Sebagian pendapat ulama: Ibu hamil dan menyusui jika tidak berpuasa karena khawatir keselamatan anaknya. Sedangkan orang yang masih mampu mengganti puasa (qadha), maka tidak dikenakan fidyah, cukup mengganti puasanya di hari lain. Bentuk dan Besaran Fidyah Fidyah diberikan dalam bentuk makanan pokok atau makanan siap santap kepada fakir miskin. Ukuran fidyah menurut mayoritas ulama: 1 mud makanan pokok ≈ ± 0,6 – 0,75 kg beras per hari puasa yang ditinggalkan, atau Satu porsi makanan layak makan. Jika meninggalkan 10 hari puasa, maka fidyah diberikan sebanyak 10 porsi makanan atau setara 10 mud. Fidyah boleh dibayarkan sekaligus atau per hari. Waktu Pembayaran Fidyah Fidyah dapat dibayarkan: Setiap hari saat meninggalkan puasa, atau Dikumpulkan dan dibayarkan sekaligus di akhir Ramadhan atau setelahnya. Penyaluran Fidyah Fidyah disalurkan khusus kepada: Fakir miskin, Bisa melalui lembaga amil zakat resmi agar lebih tepat sasaran dan terkelola secara amanah.
ARTIKEL22/01/2026 | Humas BAZNAS jambi
Isra Mikraj perjalanan Spiritual yang menginspirasi
Isra Mikraj perjalanan Spiritual yang menginspirasi
Isra' Mi'raj adalah salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam, di mana Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan dari Mekah ke Yerusalem dan kemudian naik ke langit untuk bertemu dengan Allah SWT. Perjalanan ini merupakan bukti kekuasaan dan kebesaran Allah, serta menunjukkan kemuliaan dan keutamaan Nabi Muhammad SAW. Wujud Rasa Syukur atas Isra' Mi'raj Isra' Mi'raj mengingatkan kita akan kebesaran Allah dan kemuliaan Nabi Muhammad SAW. Sebagai umat Islam, kita dapat menunjukkan rasa syukur atas peristiwa ini dengan beberapa cara: 1. Meningkatkan Iman dan Taqwa: Isra' Mi'raj mengingatkan kita akan kebesaran Allah dan kemuliaan Nabi Muhammad SAW. Kita harus meningkatkan iman dan taqwa kita kepada Allah SWT. 2. Mengikuti Sunnah Nabi: Nabi Muhammad SAW adalah teladan bagi kita. Kita harus mengikuti sunnah dan ajaran beliau dalam kehidupan sehari-hari. 3. Meningkatkan Kualitas Ibadah: Isra' Mi'raj menunjukkan pentingnya shalat dan ibadah lainnya. Kita harus meningkatkan kualitas ibadah kita dan menjadikannya sebagai prioritas dalam kehidupan. 4. Menyebarkan Kebaikan: Isra' Mi'raj adalah kesempatan bagi kita untuk menyebarkan kebaikan dan kasih sayang kepada sesama manusia. Doa dan Refleksi Ya Allah, kami syukuri atas nikmat Isra' Mi'raj yang telah Engkau berikan kepada kami. Kami mohon agar kami dapat meningkatkan iman dan taqwa kami, mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW, dan menyebarkan kebaikan kepada sesama manusia. Amin. ????
ARTIKEL18/01/2026 | H. Muslim
Selamat HUT BAZNAS ke 25 th 2026
Selamat HUT BAZNAS ke 25 th 2026
Hari Ulang Tahun (HUT) BAZNAS adalah momen yang sangat bersejarah dan membanggakan bagi kita semua, terutama bagi para amil BAZNAS yang telah berdedikasi dalam menjalankan amanah dan tugas mulia ini. Rasa Syukur dan Bangga sebagai Amil BAZNAS Sebagai amil BAZNAS, kita patut bersyukur dan bangga atas kesempatan yang telah diberikan kepada kita untuk menjadi bagian dari lembaga yang sangat mulia ini. BAZNAS telah menjadi wadah bagi kita untuk mengumpulkan, mendistribusikan dan mendayagunaka ZIS serta berupaya untuk merubah sipapa dari air mata duka menjadi air mata haru dan bahagia, itulah titik tertinggi bagi seorang amil, sangat mulia pengabdian para amil, bisa berbahagia melihat para mustahik juga bahagia. Kita harus terus meningkatkan kualitas pelayanan dan dedikasi kita dalam menjalankan amanah ini, agar dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat dan umat, minimal ada 5 koridor yg harus kita jalankan : - Memelihara dan melanjutkan program kepemimpinan sebelumnya yang masih baik dan relevan. - Duplikasi Program Baznas pusat yg sdh teruji dan lengkap impra strukturnya. - Mengadakan inovasi dan pembaharuan, sepanjang lebih baik. - Menjaga 3A [Aman Syar'i, Aman Regulasi dan Aman NKRI]. - Menjalankan 5 Proja (Program Jambi sehat, Program Jambi cerdas, Program Jambi peduli, Program Jambi taqwa, Program Jambi berbagi) Doa dan Harapan Ya Allah, kami syukuri atas kesempatan yang telah Engkau berikan kepada kami untuk menjadi bagian dari BAZNAS. Kami mohon agar kami dapat terus menjalankan amanah ini dengan baik dan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat. Amin. Selamat HUT BAZNAS! ????
ARTIKEL17/01/2026 | D.r. H. Muslim, M. Pd.
Zakat, Infaq, Sedekah Meraih Kebahagiaan Hidup
Zakat, Infaq, Sedekah Meraih Kebahagiaan Hidup
Dalam kehidupan ini, setiap jiwa mendambakan kebahagiaan. Ada yang mencarinya dalam harta, kedudukan, atau pun kesenangan duniawi semata. Namun, sesungguhnya kebahagiaan sejati, yang hakiki dan abadi, hanya akan kita temukan dalam ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dan pengabdian tulus kepada sesama. Allah Subhanahu wa Ta'ala, dengan kasih sayang-Nya yang tak terbatas, telah menunjukkan kepada kita jalan-jalan menuju kebahagiaan itu, salah satunya adalah melalui amalan mulia: zakat, infaq, dan sedekah. Tiga pilar ini bukan sekadar kewajiban finansial, melainkan jembatan emas menuju ketenangan jiwa, keberkahan hidup, dan kebahagiaan yang hakiki, baik di dunia maupun di akhirat. Marilah kita merenungkan bersama, betapa indahnya ajaran Islam yang mengikat kita dalam tali persaudaraan, di mana yang kaya peduli pada yang miskin, dan yang mampu berbagi dengan yang membutuhkan. Inilah esensi dari zakat, infaq, dan sedekah. 1. Zakat: Pembersih Harta, Penyelamat Jiwa Zakat adalah salah satu rukun Islam yang agung, pilar yang mengukuhkan bangunan keislaman kita. Zakat bukanlah sekadar pungutan atau pajak, melainkan ibadah yang membersihkan harta kita dari hak orang lain yang mungkin melekat padanya. Dengan zakat, harta kita menjadi suci, berkah, dan bertumbuh di sisi Allah Subhanahu wa Ta'ala. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman dalam Kitab-Nya yang mulia: "Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka, dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." [Al-Qur'an Surat At-Taubah: 103] Ayat ini dengan jelas menunjukkan fungsi zakat sebagai pensuci dan penumbuh harta, sekaligus penenang jiwa bagi para pemberinya. Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam juga menegaskan kedudukan zakat sebagai salah satu rukun Islam, sebagaimana sabda beliau: "Islam dibangun di atas lima perkara: bersaksi bahwa tiada ilah (sesembahan) yang berhak diibadahi dengan benar melainkan Allah dan bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadhan, dan menunaikan haji ke Baitullah bagi yang mampu." (HR. Bukhari, Hadits Nomor 8 dan Muslim, Hadits Nomor 16] Sejarah Islam pun mencatat bagaimana para sahabat Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam sangat menjaga kewajiban zakat ini. Bahkan, setelah wafatnya Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam, ketika sebagian kaum muslimin enggan menunaikan zakat, Abu Bakar Ash-Shiddiq Shallallahu 'alaihi wa sallam, khalifah pertama, dengan tegas menyatakan perang terhadap mereka. Beliau berkata: "Demi Allah, sungguh aku akan memerangi orang yang membedakan antara shalat dan zakat." [HR.Bukhari, Hadits Nomor 1402]. Ini menunjukkan betapa pentingnya zakat dalam menjaga tatanan masyarakat Islam dan keseimbangan ekonomi. Dengan menunaikan zakat, kita tidak hanya membersihkan harta, tetapi juga menumbuhkan rasa kepedulian sosial, mengurangi kesenjangan, dan mewujudkan keadilan di tengah masyarakat. 2. Infaq: Investasi Terbaik yang Tak Akan Merugi Selain zakat yang wajib, Islam juga sangat menganjurkan infaq, yaitu membelanjakan harta di jalan Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam bentuk apapun, baik yang wajib maupun yang sunah. Infaq memiliki cakupan yang lebih luas dari zakat. Infaq adalah bentuk investasi terbaik yang tidak akan pernah merugi, bahkan akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. Allah Subhanahu wa Ta'ala menggambarkan balasan bagi orang yang berinfak dengan perumpamaan yang indah: "Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui." [Al-Qur'an Surat Al-Baqarah: 261] Lihatlah, bagaimana Allah Subhanahu wa Ta'ala menjanjikan balasan yang berlipat ganda, bahkan hingga 700 kali lipat atau lebih bagi mereka yang ikhlas berinfak. Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam juga mengabarkan bahwa setiap hari ada dua malaikat yang turun, salah satunya berdoa: "Ya Allah, berikanlah ganti kepada orang yang berinfak." (HR. Bukhari, Hadits Nomor 1442 dan Muslim, Hadits Nomor 1010] Begitulah indahnya janji Allah Subhanahu wa Ta'ala dan doa para malaikat bagi orang-orang yang gemar berinfak. Sejarah mencatat kedermawanan para sahabat, seperti Abdurrahman bin Auf Shallallahu 'alaihi wa sallam yang pernah menyumbangkan kafilah dagangnya yang berisi 700 unta beserta muatannya untuk kaum muslimin. Demikian pula Utsman bin Affan Shallallahu 'alaihi wa sallam yang membeli sumur Raumah dan mewakafkannya untuk kepentingan umum, serta membiayai pasukan 'Usrah dengan harta pribadinya. [HR. Bukhari, Hadits Nomor 2778] Mereka adalah teladan nyata dalam infaq, meraih kebahagiaan dengan memberi. 3. Sedekah: Gerbang Kebaikan Tak Terhingga Sedekah adalah amalan yang lebih luas lagi cakupannya, mencakup segala bentuk kebaikan dan pemberian, baik materi maupun non-materi. Senyum tulus kepada saudara kita adalah sedekah. Menyingkirkan duri dari jalan adalah sedekah. Mengajarkan ilmu yang bermanfaat adalah sedekah. Bahkan menahan diri dari keburukan pun adalah sedekah. Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "... dan sedekah adalah bukti (iman)." [HR. Muslim, Hadits Nomor 223] Sedekah adalah bukti keimanan seseorang, bukti bahwa ia mencintai Allah Subhanahu wa Ta'ala dan peduli terhadap sesamanya. Sedekah juga memiliki keutamaan yang luar biasa, di antaranya: -Melindungi dari api neraka Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Jagalah diri kalian dari api neraka walaupun hanya dengan separuh kurma." (HR. Bukhari, Hadits Nomor 1417 dan Muslim, Hadits Nomor 1016] Bahkan dengan sesuatu yang kecil sekalipun, jika diberikan dengan ikhlas, dapat menjadi benteng bagi kita dari siksa neraka. -Memberikan naungan di Hari Kiamat Pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan Allah Subhanahu wa Ta'ala, orang yang bersedekah secara sembunyi-sembunyi akan mendapatkan naungan tersebut. Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "... dan seorang laki-laki yang bersedekah secara sembunyi-sembunyi hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diberikan tangan kanannya." [HR. Bukhari, Hadits Nomor 1423 dan Muslim -Menghapus dosa dan menenangkan hati Sedekah menghapus kesalahan sebagaimana air memadamkan api. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman: "Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati." [Al-Qur'an Surat Al-Baqarah: 274] Sedekah adalah ladang pahala yang tak terbatas, membuka pintu-pintu kebaikan dan keberkahan dalam hidup kita. Para sahabat Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam, bahkan yang hidup dalam kemiskinan seperti Ash-habus Shuffah, tetap mencari cara untuk bersedekah, bahkan hanya dengan tenaga atau senyuman. Senyummu di hadapan saudaramu adalah sedekah. [HR. Muslim, Hadits Nomor 2325] 4. Zakat, Infaq, Sedekah: Kunci Kebahagiaan Hakiki Zakat, infaq, dan sedekah bukan hanya tentang memberi uang, tetapi tentang membersihkan jiwa, mengikis sifat kikir dan tamak, serta menumbuhkan rasa syukur dan empati. Ketika kita memberi, sesungguhnya kita sedang menerima kebahagiaan yang lebih besar, yaitu ketenangan batin, keberkahan hidup, dan cinta Allah Subhanahu wa Ta'ala. Kebahagiaan yang dicari-cari manusia dalam gemerlap dunia, seringkali justru hilang dan tiada. Namun, kebahagiaan yang datang dari ketaatan, kepedulian, dan keikhlasan dalam berbagi, adalah kebahagiaan yang abadi, yang melapangkan dada, menenteramkan hati, dan menjadi bekal terbaik kita menuju kehidupan akhirat yang kekal. Mari kita jadikan zakat, infaq, dan sedekah sebagai bagian tak terpisahkan dari hidup kita. Tunaikanlah zakat harta kita dengan penuh kesadaran dan keikhlasan. Perbanyaklah infaq dan sedekah sesuai kemampuan, tanpa menunda, tanpa menanti kaya. Sebab, kebahagiaan sejati tidak diukur dari seberapa banyak kita memiliki, tetapi seberapa besar kita mampu memberi. Ayo Zakat dan sedekah melalu rekening di bawah ini: BSI : 1033776272 An BAZNAS Provinsi Jambi Atau melalui www.jambi.baznas.go.id
ARTIKEL02/11/2025 | Humas BAZNAS jambi
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat