WhatsApp Icon

ZAKAT, JALAN MENUJU CINTA ALLAH DAN KEBAHAGIAAN SESAMA

14/06/2026  |  Penulis: M. Amin Abdullah, S.K.M., M.Kes

Bagikan:URL telah tercopy
ZAKAT, JALAN MENUJU CINTA ALLAH DAN KEBAHAGIAAN SESAMA

Dokumentasi BAZNAS Provinsi Jambi

 

Oleh : 

M.Amin Abdullah SKM.M.Kes

Ketua BAZNAS Provinsi Jambi.

 

Bismillahirrahmanirrahim

Alhamdulillahi Rabbil ‘alamin. Segala puji bagi Allah SWT yang telah melimpahkan kepada kita nikmat iman, nikmat kesehatan, dan nikmat rezeki yang tidak terhitung jumlahnya. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, dan seluruh pengikut beliau hingga akhir zaman.

 

Coba kita renungkan sejenak. Ketika pagi hari kita bangun dari tidur, masih dapat menghirup udara, masih mampu berjalan, masih bisa menikmati makanan, melihat keluarga yang kita cintai—semua itu adalah pemberian Allah.

Lalu kita bertanya kepada diri sendiri:

“Dari begitu banyak nikmat yang Allah berikan, berapa banyak yang sudah kita kembalikan kepada jalan Allah?”

Allah tidak membutuhkan harta kita. Allah Maha Kaya. Tetapi Allah ingin melihat apakah harta yang kita miliki menjadikan kita dekat kepada-Nya atau justru membuat kita lalai kepada-Nya.

Allah berfirman:

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka…”

 (QS. At-Taubah: 103)

 

Zakat bukan sekadar mengurangi harta. Zakat adalah proses membersihkan hati dari sifat kikir, sombong, dan terlalu cinta dunia.

Orang yang berzakat sebenarnya bukan sedang kehilangan harta, tetapi sedang menanamnya di sisi Allah.

Bayangkan seorang petani yang menaruh satu biji padi ke tanah. Apakah ia kehilangan satu biji padi? Tidak. Ia sedang menunggu ratusan butir padi yang akan tumbuh darinya.

Begitulah zakat. Yang keluar dari tangan kita tidak pernah hilang. Ia berubah menjadi doa dari seorang fakir yang lapar, senyum seorang anak yatim yang terbantu, dan keberkahan yang kembali kepada keluarga kita.

 

Ada orang yang hartanya banyak tetapi hatinya gelisah. Ada pula orang yang hartanya sederhana tetapi hidupnya penuh ketenangan. Rahasianya adalah keberkahan.

Harta yang berkah bukan hanya yang banyak, tetapi yang membawa ketenangan, kesehatan, keharmonisan keluarga, dan menjadi jalan menuju ridha Allah.

Janganlah kita menunggu kaya raya baru berzakat. Karena yang diwajibkan bukan seluruh harta kita, tetapi hanya sebagian kecil yang Allah tetapkan. Betapa kasih sayangnya Allah kepada hamba-Nya.

Mari kita bayangkan, ketika kelak kita berada di alam kubur, rumah yang megah tidak akan menemani kita, kendaraan tidak akan menemani kita, rekening dan tabungan tidak akan ikut bersama kita.

Yang menemani kita adalah amal kita.

Mungkin suatu hari Allah mempertemukan kita dengan seorang fakir miskin di akhirat yang berkata:

“Ya Allah, dahulu hamba ini pernah memberi makan aku ketika aku kelaparan. Maka muliakanlah ia sebagaimana ia telah membantuku.”

Betapa indahnya jika zakat yang kita keluarkan menjadi cahaya yang menerangi perjalanan kita menuju Allah.

 

Maka jangan tunda zakat. Hitunglah harta kita, tunaikan kewajiban kita, dan salurkan melalui lembaga yang amanah agar manfaatnya sampai kepada mereka yang berhak.

Mari kita jadikan zakat bukan sekadar kewajiban, tetapi bukti cinta kita kepada Allah dan kasih sayang kita kepada sesama manusia.

Semoga Allah membersihkan hati kita dari sifat kikir, melapangkan rezeki kita, menjadikan keluarga kita keluarga yang penuh keberkahan, dan menerima setiap rupiah yang kita keluarkan di jalan-Nya.

Allahumma aamiin ya Rabbal ‘alamin.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Jambi.

Lihat Daftar Rekening →